Surah Al-'Alaq dan Terjemahannya serta Asbabunnuzul dan Penjelasan Ayatnya. Sebagai agama yang sempurna, Islam menjujung tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan wajib umatnya untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu pengetahuan diharapkan manusia dapat semakin menghayati kebesaran Allah swt, yang telah menciptakan alam semesta dan adapun
عَلَّمَٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ. Arab-Latin: 'allamal-insāna mā lam ya'lam. Artinya: Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. — Surat Al-'Alaq Ayat 5. Bacalah (wahai nabi), apa yang diturunkan kepadamu, dengan mengawalinya dengan menyebut nama tuhanmu yang esa dalam penciptaan. Yang
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S al- 'Alaq/ 96: 1-5 2. Asbabun Nuzul
6. BAB II PEMBAHASAN 3 A. Pengertian asbab al-nuzul Secara etimologis asbab al nuzul terdiri dari kata “ أسَْبَا بٌ ” (bentuk jama’ dari kata “ السَبَ بٌ ”) yang mempunyai arti latar belakang, alasan atau sebab/illat2. Sedang kata “ اٌلن زوْ لٌ ” berasal dari kata “ نٌَزَلٌَ ” yang berarti turun3.
. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID th2iGiywNKh8kgZYSS8ulqwy7KrPFNQCsBapxa2mzt_KmGczrLtLIA==
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaran kalam[1589], Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [1589] Maksudnya Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca. 1. Asbabun Nuzul Seperti yang diketahui ayat pertama pada surat al-Alaq merupakan ayat yang pertama kali turun dan diterima oleh Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, di jelaskan dalam tafsir al maraghi proses saat Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya Para ulama sebagian berpendapat bahwa ayat ini di turunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad Hijrah. Para ulama juga sepakat bahwa ayat dalam surat ini merupakan ayat pertama yang turun, atas dasar inilah ThabaThaba‟i berpendapat, dari konteks uraian-uraian ayatnya maka tidak mustahil bahwa keseluruhan ayat-ayat surat ini turun sekaligus. Beda halnya dengan pendapat Quraish Shihab yang mengacu terhadap pemikiran Ibnu Asyur yang mengatakn bahwa lima ayat petama pada surat al-„Alaq turun pada tanggal 17 ramadlan . tercantum dalam sekian banyak mushaf namun ada juga yang menamainya surat Iqra‟.115 Menurut Ibnu Katsir surat al-Alaq ayat 1-5 merupakan surat yang berbicara tentang permulaan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya, awal dari nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya sebagai tanbih peringatan tentang proses awal penciptaan manusia dari alaqah. Ayat ini juga menjelaskan kemuliaan Allah yang telah mengajarkan manusia sesuatu hal pengetahuan yang belum Dikisahkan dari sayyidah Aisyah yang diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim awal mula datangnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW ialah berupa mimpi yang benar terjadi pada pagi harinya. Kemudian beliau menyendiri dan pergi mendatangi gua hira gua yang terletak di Mekkah beribadah didalamnya sepanjang malam sambil membawa bekal untuk beberapa malam, kemudian N117abi kembali ke rumahnya dalam keadaan takut dan gemetaryang disambut oleh sayyidah Khadijah,Nabi menceritakan peristiwa yang dialaminya ketika di gua hira. Wahyu itu turun, Nabi Muhammad sedang berada di gua hira, kemudian malaikat Jibril mendatanginya dan berkata Bacalah!, kemudian Nabi menjawab aku tidak bisa membaca apapun. Kemudian Jibril mendekap dan menutupi Nabi sampai lemas, setelah itu kembali Jibril berkata sembari membuka dekapannya Bacalah! Nabipun menjawab aku bukanlah orang yang pandai membaca. 115 M. Quraish. Tafsit al-Misbah pesan, kesan dan keserasian al-Quran, Jakarta LenteraHati, 2004, 391 116Abu Fida al-Hafidz Ibnu katsier al-Dimisqi. “Tafsir ibnu katsier”. Tej Jilid 8 Surabaya PT bina ilmu. 1992, 359 Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia yang telahmenciptakan manusia dari segumpak darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam, dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak Dalam satu riwayat dijelaskan bahwa Nabi Muhammad pulang dari gua hira dalam keadaan gemetar sampai dalam rumah Nabi berkata kepada sayyidah Khadijah Selimuti aku! Selimuti aku!, maka sayyidah Khadijah bergegas menyelimuti tubuh Nabi yang gemetar ketakutan Sampai Nabi tenang, barulah menceritakan apa yang telah dialaminya saat beribadah di gua hira. Nabi berkata kepada Khadijah jika setelah bertemu Jibril dan mengalami peristiwa itu merasa bahwa hidupnya akan terancam, akan tetapi sayyidah Khadijah menenangkan Nabi dengan berkata Tidak Demikian, bergembiralah engkau, demi Allah, Dia tidak akan mengecewakanmu selama-lamanya. Sesungguhnya engkau adalah orang yang suka bersilaturrahim, jujur dalam berbicara, suka menolong orang yang berkesusahan, selalu menghormati tamu dan membantu orang-orang yang ditimpa Setelah mendengar semuanya, Khadijah membawa Nabi bertemu Waraqah Ibnu Asad Ibnu Abdul Uzza Ibnu Qusay. Waraqah adalah saudara sepupu Khadijah dari ayahnya, dan dia adalah seorang yang masuk agama Nasrani di masa Jahiliyah, dia juga pandai menulis bahasa arab. Dia juga 118Setelah Nabi Muhammad membaca apa yang di katakan Jibril, kemudian Jibril pergi dan Nabi pun turun dari Gua Hirs menuju ke rumahnya. Ibnu katsier. “Tafsir ibnu katsier”. Jilid 8 Surabaya PT bina ilmu. 1992 359-360 Dalam hal ini, khadijah mempertemukah waraqah dan Nabi Muhammad dengan tujuan mengetahui apa yang sebenarnya yang telah dialami Nabi, kejadian yang sebelumnya belum pernah dialami oleh manusia lainnya, sesuatu yang di luar nalar dan tidak bisa di lihat dengan mata telanjang, oleh karena itu khadijah membutuhkan pendapat dari sepupunya ini yang taat dengan keyakinannya dan telah menguasai kitab injil bahkan dengan bahasa Arab. Khadijah kemudian berkata kepada waraqah wahai saudara sepupuku, dengarlah apa yang dikatakan oleh anak saudaramu ini. Waraqah bertanya kepada Nabi hai saudaraku, apakah yang telah engkau lihat?, maka Nabi SAW menceritakan apa yang telah terjadi dan yang dilihatnya kepada Waraqah. Kemudian dia menjawab Dialah Namusmalaikat Jibril yang juga datang kepada Nabi Musa, andai saja aku masih muda, dan andai saja jika aku masih hidup di saat kaummu mengusirmu, belum selesai perkataan Waraqah, Nabi menyahutinya dengan bertanya meminta keyakinan atas ketakutannya apakah benar mereka akan mengusirku?, Waraqah mnejawab Ya, tidak ada seorangpun yang datang membawa ajaran seperti ajaranmu, apa yang engkau sampaikan , tidak lain hanya akan membuatmu dimusuhi dan diusir. Dan jika aku masih berada dihari saat kau akan di usir nanti, maka aku akan menolongmu sekuat Tak lama setelah kejadian ituWaraqah meninggal dunia. 120Ibid., 364 Dalam ayat-ayat permulaan ini Allah memerintah Nabi agar gemar membaca dan memperhatikan ayat-ayat sebagai bukti kebeseranNya di alam ini, perhatian itu harus dilandasi dengan selalu mengharap petunjuk dariNya. 2. Tafsir Surat al-Alaq ayat 1-5 Surat al-Alaq adalah golongan surat Makkiyah, yang terdiri dari 17 ayat dan merupakan ayat-ayat al-Quran pertama turun. Kaitannya dengan yang mendahului juga ialah surat al-Ṭin Tuhan menerangkan bahwa manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya, maka dalam surat ini diterangkan bahwa asal mula manusia diciptakan dari segumpal darah, selain itu juga diterangkan hal ikhwal akhirat dengan keterangan terperinci dari apa yang sudah diterangkan pada surat yang lalu. a. Ayat Pertama Surat al-A‟laq { ْْأَرْ قا ْ ْامْسابِ ْ َْكا بَر ْ ياذَّلا ْ َْقَلَخ } Bacalah dengan menyebut nama Tuhamnu yang menciptakan. Kata ازقاIqra‟ berasal dari kata kerja ازق Qara‟a yang pada mulanya berarti menghimpun. Apabila seseorang merangkai huruf atau kata, kemudian mengucapkan rangkai tersebut maka ia telah membaca atau menghimpunnya. Dengan demikian dalam ayat ini terdapat Realisasi perintah yang tidak mengharuskan adanya suatu teks tertulis sebagai objek bacaan, dan tidak pula harus diucapkan, sehingga terdengan oleh orang lain. Karena dalam beberapa kamus menyebutkan bebrapa arti dalam kata tersebut antar lain menyampaikan, menelaah, membaca Di dalam iqra terkandung makna yang tinggi, karena tidak nharus dipahami dengan sebagai sekedar perintah membaca saja. Tetapi lebih dari itu, iqra mempunyai makna membaca asma dan kemuliaan Allah, membaca teknologi genetika, membaca teknologi komunikasi dan membaca segala sesuatu yang belum Karena tuntunan pada manusia sebenarnya tidak hanya diharapkan mampu menangkap fenomena, tetapi juga nomena. Pengetahuan dan penangkapan tentang fenomena ditempuh dengan rasio dan untuk itu diperlukan aktifitas berpikir, akan tetapi dalam realitaas hidup dan kehidupan banyak ditemukan nomena yang tidak dirasionalkan. Para ulama tafsir memiliki beragam pendapat mengenai objek bacaan yang dimaksud. Ada yang berpendapat wahyu-wahyu al-Quran, sehingga perintah itu dalam arti bacalah wahyu-wahyu al-Quran ketika al-Quran diturunkan kelak. Ada juga yang berpendapat bahwa objek yang dimaksud adalah كبر نسا Ismi Rabbika sambil menilai bahwa huruf ب ba‟ yang menyertai kata Ismi adalah sisipan, sehingga dia berarti bacalah nama Tuhanmu atau berdzikirlah. Tetapi jika demikian mengapa Nabi menjawab saya tidak dapat membaca. Jika benar objek dari perintah itu merupakan berdzikir kepada Tuhan, maka Nabi tidak akan menjawab demikian karena jauh sebelum wahyu diturunkan Nabi 122M. Quraish Shihab Membumikan al-Quran Fungsi dan Peranan Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung Mizan, 1998, 392 123 beban tugas yang harus dilaksanakan sehingga membutuhkan objek, akan tetapi ia adalah amr takwini yang mewujudkan kemampuan membaca secara aktual pada diri pribadi Nabi Muhammad. Pendapat ini kemudian dihadang oleh kenyataan bahwa setelah turummya perintah inipun Nabi Muhammad masih tetap dinamai al-Quran sebagai seorang Ummy tidak pandai membaca dan menulis, disis lain jawaban Nabi kepada Jibril ketika itu tidak mendukung jawaban Menurut kaidah kebahasaan menyebutkan Apabila suatu kata kerja yang membutuhkan objek akan tetapi tidak menyebutkan kepada apa objek tersebut, maka objek yang dimaksud bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang bisa dijangkau oleh kata tersebut. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kata iqra digunakan dalam arti membaca menelaah, menyampaikan, dan sebagainya. Kata Rabb بر seakar dengan kata ةيبزت Tarbiyah atau pendidikan. Kata ini memiliki arti yang berbeda-beda namun pada akhirnya arti-arti itu mengacu pada pengembangan, peningkatan, ketinggian, kelebihan serta perbaikan. Kata برRabb maupun ةيبزتTarbiyah berasal dari kata وبزي-بر Rabba-Yarbu yang artinya adalah kelebihan, dtaran tinggi dinamai ةوبر Rabwah, sejenis roti yang dicampur dengan air sehingga membengkak dan membesar disebut بزلا ar-Rabbu . apabila terdiri hanya satu kata maka yang dimaksud adalah “Tuhan” yang tentunya 124 M. Quraish. Tafsit al-Misbah pesan, kesan dan keserasian al-Quran, Jakarta LenteraHati, 2004 393 perbaikan makhluk M. Quraish Shihab berpendapat kata Rabb dalam ayat ini dan ayat-ayat semacamnya dimaksudkan untuk menjadi dasar perintah untuk mengikhlaskan diri kepada Nya, sambil menunjuk kewajaranNya untuk disembah dan di taati. Dalam beberapa wahyu Nabi Muhammad saat pertama diterima, didalamnya tidak terdapat kata Allah, tetapi yang digunakan merujuk kepada kata Tuhan seperti; Rabbuka/Tuhanmu Tuhan yang hanya dipercaya oleh Nabi Muhammad bukan Tuhan yang dipercaya orang musyrik. Tidak ada kata Allah juga krena kaum musyrikin pecaya kepada Allah, akan tetapi kepercayaan mereka berbeda, jika Nabi Muhammad mengajrka kepada kita kepada keyakinan bahwa Allah itu Ahad tidak memiliki hubungan dengan apapun dan siapapun, kaum musyrikin percaya bahwa Allah memiliki hubungan dengan Jin QS As-Shaffat; ayat 158 Allah juga dipercaya memiliki anak-anak dan Wanita QS Al-Isra, ayat 40 kaum musyrikin tidak yakin dapat berkomunikasi langsung dengan Allah, maka mereka menjadikan berhala-berhala dan malaikat sebagai alat atau perantara untuk berkomunikasi dengan Allah, maka dari itu Berhala dan Malaikat perlu untuk disembah QS Az-Zumar, ayat 3 masih banyak beberapa perbedaan antara ajaran dan keyakinan antara Nabi Muhammad dan kaum Musyrikin. Jika saja dinyatajan Iqra bismillah, “percayalah Kata قلخKhalaqadari segi pengertian kebahasaan memiliki banyak arti antara lain menciptakan dari tiada, menciptakan tanpa satu contoh terlebih dahulu, mengukur, memprhalus, mengatur mebuat dan masih banyak yang lainnya. Kata ini biasanya disandarkan kepada kehebatab dan kebesaran Allah dalam ciptaanNya. Beda halnya dengan kata ja‟ala yang mengandung penekanan terhadap manfaat yang harus atau dapat diperoleh dari sesuatu yang dijadikan itu. Dalam ayat ini, objek khalaqa tidak disebutkan sebagaimana juga dengan iqra kesimpulannya objek yang dimaksud ialah umum, kesimpuannya yakni bahwa Allah ialah Pencipta semua Dengan kekuasaan Allah, Tuhan yang menciptakan engkau dan dengan menghendakiNya, maka jadilah engkau orang yang dapat membaca. Dia telah menjadikan kamu dari tidak tahu. Karena Nabi Muhammad dahulunya tidak dapat membaca dan menulis. Lalu datanglah perintah menyuruh agar dapat membaca, walaupun tidak dapat menulis. Perintah ini diturunkan atas dasar Nabi Muhammad akan di anugerahi kitab tertulis yang akan selalu dibacanya seklipun Nabi tidak dapat Ringkasnya, bahwa Tuhan yang menciptakan dan mengadakan alam ini adalah kuasa menjadikan kamu pandai membaca, walaupun tidak belajar menulis terlebih dahulu. 127 Quraish., 396 128Syekh Ahmad Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi terj Juz ke 30 Bandung Sumber Ilmu, 1986 239 { ْ قَلَعْ ناَنَاَسْناْلْاَقَلَخ } “yang telah menciptakan manusia dari „alaq” Dalam memperkenalkan perbuatan-perbuatan-Nya, penciptaan merupakan hal pertama yang dipertegas, karena ia merupakan persyaratan bagi terlaksananya perbuatan-perbuatan yang lain. Perlu digaris bawahi bahwa pengenalan tersebut tidak hanya tertuju pada akal manusia tetapi juga kepada kesadaran bathin dan intiusinya bahkan seluruh totalitas manusia, karena pengenalan akal semata-mata tidak berarti banyak. Sementara pengenalan hati diharapkan dapat membimbing akal dan pikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan pebuan-perbuatan baik serta memelihara sifat-sifat terpuji. Kata al-Insan ناسنلااberasal dari kata Unsi / سنا senang, jinak, dan harmonis, bisa juga dari kata Nasiaيسن yang berarti lupa, ada juga yang berpendapat berasal dari kata Nausسون yang artinya gerak atau dinamika. Makna-makna di atas paling tidak memberikan gambaran sepintas tentang potensi atau sifat makhluk tersesbut yakni bahwa ia memiliki sifat lupa, dan kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika. Ia juga adalah makhluk yang selalu atau sewajarnya melahirkan rasa senang, harmonisme dan kebahagiaan kepada pihak-pihak Kata ini menggambarkan manusia dengan berbagai keragaman sifatnya. Kata ini berbeda dengan kata Basyarزشب yang juga antara seorang manusia dengan manusia lain. Kata alaq قلعdalam kamus-kamus bahasa arab digunakan dalam arti segumpal darah, juga berarti cacing yang berada di dalam air bila diminum oleh binatang maka ia tersangkut didalam kerongkongannya. Banyak ulama masa lampau memahami ayat di atas dalam pengertian pertama, akan tetapi ada juga yang memahaminya dalam arti sesuatu yang bergantung dalam dinding rahim. Pakar embriologi menjelaskan setelah bertemunya sperma dan indung telur ia beproses dan membelah diri menjadi dua, kemudian empat, kemudin delapan, demikian seterusnya sambil bergerak kekantong kehamilan dan mendempet sampai maasuk dinding Jika melihat penjelasan ayat ini, maka dapat dipahami bahwa ayat ini sangat berkaitan dengan sebuah bidang ilmua yakni kedokteran. Di dalamnya dijelaskan bagaimana proses penciptaan seorang manusia. Jika kata Alaqaقلع memiliki arti darah yang beku, semisal keadaan janin dalam trimester pertama. Dalam istilah segumpal darah, akan tetapi seiring berkembangnya zaman, para pakar kemudian memiliki pergeseran istilah yakni ketergantungan atau sesuatu yang berdempet pada dinding Ringkasnya bahwa Dzat yang Kuasa menetapkan segumpal darah menjadi manusia hidup dan berpikir yang dapat menguasai seluruh 130 Ibid., 397 131 Muhammad Abduh Tafsir al-Quran Al-Karim., Juz Amma trj Muhammad Bakir Bandung Mizan, 1999 250 c. Tafsir ayat ketiga Surat al-Alaq { ْْأَرْ قا ْ َْكُّبَرَو ْ ْ مَرْكَْلْا } “bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah” Setelah memerintahkan membaca dengan meningkatkan motivasinya yakni dengan nama Allah, ayat di atas memerintahkan membaca dengan menyampaikan janji Allah atas manfaat membaca itu. Allah berfirman bacalah berulang-ulang dan Tuhan Pemelihara dan Pendidik-mu Maha Pemurah sehingga akan melimpahkan aneka Ayat ketiga di atas ini mengulangi perintah membaca. Ulama berbeda pendapat tentang tujuan pengulangan itu, ada yang berpendapat bahwa perintah pertama ditujukan kepada Nabi Muhammad secara khusus, sedangkan yang kedua di tujukan kepada umatnya. Ada pula yang berpendapat perintah yang pertama untuk membaca dalam waktu sholat, kemudian perintah yang kedua untuk di luar sholat. Intinya, maksud dari perintah membaca yang kedua ini dimaksudkan agar Nabi Muhammad lebih banyak membaca, menelaah memperhatikan alam raya serta membaca kitab yang tertulis dan tidak tertulis dalam rangka mempersiapkan diri untuk terjun ke 132 Al-maraghi., tafsir al-Maraghi., 398 133Quraish., Tafsir., 398 juga mengajarkan kepada orang lain. Kepandaian membaca merupakan sebuah kemampuan yang tidak semua orang dapat menguasainya kecuali dengan mengulang-ulang bacaannya atau melatih diri agar istiqomah dalam membaca, istilahnya seseorang harus benar-benar belajar dengan rajin agar apa yang dia pelajari bisa diperoleh dan pahami. Dengan demikian secara keseluruhan makna iqra dalam surat ini, baik ayat pertama maupun ayat ke tiga ada membaca dan bacakanlah, pelajari dan ajarkanlah, sehingga iqra dalam arti bacakanlah ta‟lim adalah perintah untuk menyampaikan, memberitahukan, mewariskan memanfaatkan dan mengamalkan apa yang dibaca. Secara bahasa al-Akramمازكلاا memiliki arti Maha Pemurah atau Mulia. Kata ini diambil dari kata karamaمزك yang artinya terhormat, mulia, setia, dan sifat kebangsawanan. Disimpulkan bahwa kata ini digunakan untuk menggambarkan sifat terpuji yang sesuai dengan objek yang disifatinya. Ucapan yang karimنيزك adalah ucapan yang baik, indah terdengar, benar susunan dan kandungannya, mudah dipahami serta menggambarkan segala sesuatu yang ingin disampaikan oleh pembicara. Sedangkan rezeki yang karimنيزك adalah yang memuaskan bermanfaat dan halal. Allah yang Maha Karim mengandung makna khusus yang hanya tertuju pada-Nya, menurut Imam Ghazali sifat karim yang disandang kepada Allah menyatakan bahwa apabila Allah berjanji maka Allah Allah memberi, Allah tidak rela jika ada kebutuhan yang dimohonkan kepada selain Allah. Allah yang bila kecil hati, menegur tanpa berlebih. Tidak mengabaikan siapapun yang menuju dan berlindung kepada Nya dan tidak membutuhkan sarana atau Sebagai makhluk biasa kita tidak bisa menjangkan betapa besar karamAllah karena keterbatasan kita dihadapan Nya. Akan
Jakarta - Allah SWT melalui Al-Qur'an memerintahkan para hamba untuk berlindung hanya kepada-Nya dari segala kejahatan dan keburukan. Tepatnya dalam Surat اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١Latin Qul a'ūżu birabbil-falaqi Artinya Katakanlah Nabi Muhammad, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menjaga fajar subuhمِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢Latin Min syarri mā khalaqaArtinya dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan,وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣Latin Wa min syarri gāsiqin iżā waqabaArtinya dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤Latin Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqadiArtinya dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul talinya,وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ٥Latin dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."Artinya dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."Asbabun Nuzul Surat Al-FalaqM. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah Jilid 15 mengemukakan latar belakang turunnya sabab nuzul atau asbabun nuzul Surat Al-Falaq. Menurutnya ada dua pendapat;Pertama, ketika kaum musyrik Makkah berusaha melukai Nabi SAW dengan yang disebut 'ain, yaitu pandangan mata yang mampu merusak. Kepercayaan beredar bahwa mata melalui tatapannya bisa menyebabkan penyakit, atau kebinasaan terhadap orang tertentu yang anggapan sabab nuzul seperti ini, sebagian ulama menggolongkan Surat Al-Falaq sebagai Surat ulama yang berpaham Surat Al-Falaq adalah Madaniyyah, mereka meyakini surat ini sebagai pengajaran bagi Rasulullah SAW untuk menangkal sihir oleh Labid bin al-A'sham, seorang Yahudi yang tinggal di dalam hadits riwayat Aisyah mengutip Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8, ia berkata "Rasulullah SAW pernah disihir, di mana beliau melihat seakan-akan mendatangi beberapa orang istri padahal beliau tidak mendatangi mengatakan 'Ini merupakan sihir yang paling parah, jika keadaannya seperti itu.'Kemudian Nabi SAW bersabda 'Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah SWT telah memfatwakan kepadaku mengenai sesuatu yang dulu engkau pernah meminta fatwa tentangnya?'Lanjut Rasul SAW, 'Aku telah didatangi oleh dua orang Malaikat, lalu salah seorang di antaranya duduk di dekat kepalaku dan yang lainnya di dekat kakiku. Kemudian yang duduk di dekat kepalaku berkata "Apa yang dialami oleh orang ini?" Yang lainnya menjawab "Dia terkena sihir.""Lalu siapa yang menyihirnya?" tanyanya lebih lanjut. Dia menjawab "Labid bin A'sham, seorang dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi, yang dia seorang munafik." Dia bertanya "Dalam wujud apa sihir itu?" Dia menjawab "Pada sisir dan bekas rontokan rambut.""Lalu di mana semuanya itu berada?" tanya temannya. Dia menjawab "Di kulit mayang kurma jantan di bawah dasar sumur Dzarwan." Aisyah berkata melanjutkan perkataannya 'Kemudian Rasulullah SAW mendatangi sumur itu dan mengeluarkan sihir tersebut.'Selanjutnya beliau berkata 'Wahai Aisyah, inilah sumur yang pernah diperlihatkan kepadaku, seakan-akan airnya adalah celupan pacar, dan pohon kurmanya seperti kepala syaitan.' Dan perawi hadits ini berkata "Kemudian beliau mengeluarkannya." HR Bukhari, pada Shahih-nya dalam kitab ath-ThibbIsi Kandungan Surat Al-FalaqMelansir Tafsir al-Mishbah Jilid 15, M. Quraish Shihab menjelaskan pokok bahasan Surat Al-Falaq, yaitu pengajaran terhadap umat Islam untuk bergantung dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai masalah, terutama dalam menghadapi kejahatan dan keburukan lahir dan muslim sebenarnya boleh saja meminta bantuan pihak selain Allah SWT. Tetapi ia harus menyadari bahwa hakikat pemberi pertolongan hanyalah Dia semata. Adapun yang lainnya cuma sebagai perantara atau sarana yang Dia ciptakan untuk membantu dan melindungi orang ini, Nabi SAW pernah menuturkan kepada Ibnu Abbas yang tengah berjalan di belakang beliau "Hai anak, kuajarkan kepadamu beberapa kalimat, peliharalah perhatikanlah tuntunan Allah SWT, niscaya Dia memperhatikanmu. Peliharalah tuntunan Allah SWT niscaya engkau akan mendapatkan-Nya selalu di engkau bermohon, mohonlah kepada Allah SWT. Apabila engkau meminta bantuan, mintalah kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa bila seandainya umat makhluk berkumpul untuk memberimu sesuatu manfaat, mereka tidak akan mampu memberimu, kecuali apa yang telah ditetapkan Allah SWT seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan kepadamu satu mudharat, mereka tidak akan mampu menimpakan atasmu sesuatu, kecuali apa yang telah ditetapkan Allah SWT. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering" HR TirmidziDari Tafsir Tahlili Kementerian Agama Kemenag Jilid 10, Surat Al-Falaq berisi perintah Allah SWT terhadap Rasulullah SAW untuk selalu berlindung kepada-Nya yang Maha Kuasa. Berlindung di sini mencakup arti keseluruhan, berupa keburukan, kejahatan, kesulitan, penyakit atau lainnya. Baik yang berasal dari baik dari makhluk-makhluk-Nya atau dari malam yang gelap dan siang yang terik. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] lus/lus
asbabun nuzul al alaq 1 5